ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

BBM Bersubsidi Karo Terjangkit ‘Virus’ KKN

Pengemudi truk sedang mengisi diduga BBM bersubsidi ke wadah jerigen, sementara jerigen kosong belum terisi minyak tampak berserakan. (Foto lsp-02/MP)
Tanah Karo-Metropublika|Metode penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar dan Premium yang disubsidi pemerintah untuk warga karo dinilai terkontaminasi virus Korupsi, Kolusi Nepotisme (KKN).

Faktanya, penyaluran BBM bersubsidi oleh sejumlah SPBU di Kab Karo terpantau sarat penyimpangan. Salah satunya, SPBU No.14 221 241 Simpang Tiga Mesjid Raya Kabanjahe diduga bebas menyalurkan BBM terhadap konsumen pengguna wadah jerigen yang diangkut berbagai jenis truk tanpa menindaklanjuti penggunaan seutuhnya.

Transaksi jual beli partai raksasa jenis BBM Bersubsidi tersebut cendrung dilakukan pada malam dan dini hari, sehingga menimbulkan image negatif masyarakat. Seperti terjadi baru-baru ini, tepatnya tanggal 08 Oktober 2015 sekira pukul 22.35 wib, supir truk colt diesel beserta karyawan SPBU tampak sibuk mengisi BBM ke wadah jerigen diatas kenderaan.

Setelah ditindaklanjuti, sejumlah sumber mengatakan bahwa BBM dalam jerigen yang diangkut pakai truk bakal dibawa ke daerah Kecamatan Mardingding dan Laubaleng. “Minyak itu diawa ke Laubaleng dan Mardingding bang. Disana sebagian Minyak didistribusikan ke sejumlah pengecer dan sebagian lagi dipasok ke sejumlah pabrik,” ujar sumber.

Lanjut sumber, aksi indikasi penggerogotan subsidi pemerintah tersebut sudah berlangsung lama. Hanya saja, katanya lagi, pihak kontrol sosial minim memperhatikan gerakan mereka. Situasi tersebut mempengaruhi konspirasi beberapa pihak SBPU di Karo dengan aparat terkait berlangsung langgeng, sehingga aksinya terkesan tidak bersalah.

“Sudah lama kegiatan seperti itu berlangsung bang, saya tau kok bagaimana metode mereka agar hal tersebut mulus. Karena saya lumayan lama jadi kernet truk pengangkutan BBM itu. Selain dibagikan kepada para pengecer, sebagian BBM bermodus surat dari pemerintah Desa dan Kecamatan itu juga kami bagikan ke beberapa perusahaan,” ujarnya.

Eddy Wijaya Sembiring selaku manejer SPBU No. 14 221 241 Simpang Tiga Mesjid Raya Kabanjahe ketika dikonfirmasi Metropublika via seluler, kemarin, justru menyarankan agar aksi yang dilakoninya dipertanyakan terhadap pihak Pertamina. “Tanya ke Pertamina,” tulis oknum anggota DPRD Karo fraksi Gerindra ini melalui pesan singkat.

Sementara, oknum BPH Migas Drs Muhorim ketika dikonfirmasi Metropublika melalui seluler baru-baru ini mengatakan bahwa jika benar adanya aksi tersebut dipastikan telah melanggar aturan yang tersirat. “Sesuai aturan aturan yang ada, sikap yang dilakoni beberapa pihak SPBU Karo terutama yang anda sebutkan itu telah salah,” jelasnya.

Oknum Tim Ahli BPH Migas berkantor di Jakarta yang pernah terjun ke Karo menangani hal indikasi penyimpangan salah satu SPBU di Kabanjahe juga menyarakan agar pihak Aktivis Kontrol Sosial mengumpulkan data dokumentasi foto berupa surat rekomendasi dari aparat Desa dan Kecamatan serta foto ketika melakukan pengisian BBM.

Amatan Metropublika, Kamis (8/10) di SPBU No. 14 221 241 Simpang Mesjid Raya Kabanjahe, ratusan jerigen sebagai wadah penampung BBM tampak berserak di area pengisian minyak terhadap konsumen. Pihak supir terlihat turut membantu karyawan mengisi BBM. Sementara  sejumlah warga pengguna roda dua harus menunggu untuk mengisi BBM. (sp-01/MP-LSP-02/MP)

Pengemudi truk sedang mengisi diduga BBM bersubsidi ke wadah jerigen, sementara jerigen kosong belum terisi minyak tampak berserakan. (Fot...

Janji PLN Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Tiga Bulan ke Depan

Janji PLN Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Tiga Bulan ke Depan


HARIAN SUMUT | Jakarta– PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjanji tak akan menaikkan tarif listrik dalam tiga bulan ke depan. Meskipun, pihaknya menyatakan memiliki tekanan dari menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).

“Menurut saya, tiga bulan ke depan kita belum (ada) rencana naikkan tarif listrik. Saya bingung siapa (yang) sampaikan kenaikan itu,” ungkap Direktur Utama PLN Sofyan Basir di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Sabtu (7/3/2015).

Sofyan menuturkan, saat ini pihaknya tengah mengalami sedikit masalah tarif karena melemahnya Rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, dirinya mengungkapkan belum ada pemikiran untuk menaikkan tarif.

“Justru kami pikir bagaimana tarif industri ini kita turunkan perlahan-lahan supaya animo para pengusaha dan investor bisa lakukan perluasan. Kan tujuannya untuk pekerjaan, pengangguran dikurangi,” kata dia.

Akibat dari melemahnya kurs Rupiah, Sofyan menuturkan bahwa ada tekanan sebesar Rp1,3 triliun. Karena itu, PLN perlu melakukan efisiensi demi menekan biaya tersebut.

“Ada akibat Rp1,3 triliun dari kurs dalam empat sampai lima bulan. Kami coba melakukan efisiensi dengan mengganti diesel, yakni BBM dengan gas. Lalu, PLTU yang belum maksimum kapasitasnya itu kita tingkatkan,” ucap dia. (hs/net)

HARIAN SUMUT | Jakarta– PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjanji tak akan menaikkan tarif listrik dalam tiga bulan ke depan. Meskipun, p...

Premium Naik Sedikit, Supir Angkot Enggan Menaikkan Tarif Ongkos

Premium Naik Sedikit, Supir Angkot Enggan Menaikkan Tarif Ongkos
Ilustrasi/dok

HARIAN SUMUT - Sejumlah supir angkot yang berada di jakarta, mengaku enggan untuk menaikkan tarif ongkos secara sepihak, kendati mulai tanggal 1 Maret 2015, harga premium naik Rp.200,- menjadi Rp.9.600/Liter.

"Belum ada perintah naik, kalau naik tarif sepihak takut kena tegur Organda, penumpang juga sudah berani protes," kata Lambok Nainggolan sebagaimana dilansir oleh wartawan antaranews.com di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu pagi.

Mulyono, supir angkot 05 trayek tanjung priok - cilincing, juga belum berani melakukan penaikan tarif ongkos secara sepihak.

"Belum ada arahan, kalau ramai-ramai naikkan harga, saya berani," kata Mulyono ketika sedang menunggu penumpang di Stasiun Tanjung Priok.

Biarpun mereka enggan untuk menaikkan tarif ongkos, namun para supir tetap kecewa atas naiknya harga BBM sebesar Rp.200-, menjadi Rp.9.600/liter. 

"Ya naiknya memang cuma sedikit, tapi kalo sehari isi 20-30 liter akan terasa selisih harganya, apalagi harga beras mahal," kata Lambok.


"Kami ini orang kecil yang bergantung sama kebijakan pemerintah. Kalau bisa semua angkot kasih keringanan harga bensin atau kasih bantuan konversi kendaraan ke gas, biar irit," kata Lambok. (rs/net)

Ilustrasi/dok HARIAN SUMUT - Sejumlah supir angkot yang berada di jakarta, mengaku enggan untuk menaikkan tarif ongkos secara sepihak, kend...

Selain Mahal, Beras Juga Sudah Langka di Pasaran

 
Selain Mahal, Beras Juga Sudah Langka di Pasaran
ilustrasi/dok

HARIAN SUMUT - Pada saat kenaikan beras di daerah jakarta, kini beras di daerah sekitaran pulau jawa juga sudah langka dan jarang di temui di pasaran.

Seperti di pasar daerah jombang misalnya, harga beras berkualitas yang paling rendah pada saat itu hanya berkisar Rp.7.500/kg dan melonjak naik menjadi Rp.9.500/kg, sementara beras berkualitas tinggi pada saat itu hanya memiliki harga berkisar Rp.9.500/kg dan pada saat ini juga ikut naik menjadi Rp.11.000-Rp.12.000/kg.

"Kenaikan harga beras ini bagi kami dan pembeli terlalu tinggi dan memberatkan," kata salah satu pedagang beras seperti dilansir wartawan sindonews di Pasar Pon, Ning Gayanah, Senin (23/2/2015).

 Kenaikan dan kelangkaan tersebut, diduga di sebabkan karena bencana banjir di daerah tersebut, sehingga banyak petani padi yang gagal panen.

Lebihnya lagi, beras tidak hanya naik, namun beras juga susah di temukan seperti salah satu produk beras Bramo yang pada saat ini jarang tampak di daerah daerah pasar.

Para pedagang mengaku tidak memiliki stok beras Bramo lagi karena sulit mencarinya. "Kami tidak tahu menahu penyebab langkanya beras jenis Bramo saat ini," kata pedagang lainnya.

Akibat langkanya beras jenis tersebut, masyarakat banyak yang beralih menggunakan beras Serang, sehingga permintaannya meningkat dan harganya naik.

Dengan kondisi ini, para pedagang maupun pembeli berharap pemerintah segera melakukan operasi pasar agar harga beras yang saat ini sudah naik terlalu tinggi bisa turun kembali. (rs/net)

  ilustrasi/dok HARIAN SUMUT - Pada saat kenaikan beras di daerah jakarta, kini beras di daerah sekitaran pulau jawa juga sudah langka dan ...

Jelang Perayaan Imlek IHSG Cetak Rekor Baru

Jelang Perayaan Imlek IHSG Cetak Rekor Baru


HARIAN SUMUT- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak sejarah baru jelang libur hari raya Imlek. Melihat kinerja bagus IHSG sejak awal perdagangan, investor berbondong-bondong memburu saham unggulan.

Hingga akhirnya IHSG berhasil melesat 52,948 poin atau naik 0,99 persen ke 5.390. Indeks LQ45 ikut melesat 10,733 poin atau naik 1,15 persen ke 940,414.


Pada perdagangan hari ini, tercatat transaksi pembelian investor asing mencapai Rp 2,3 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 241.510 kali dengan volume 12,512 miliar lembar saham.


Dilansir dari merdeka.com, Rabu sore, pasar saham regional pun kompak menguat. Indeks Nikkei 225 naik 212,08 poin atau 1,18 persen ke 18.199. Indeks Hang Seng juga naik 47,20 poin atau 0,19 persen ke 24.832. Indeks Straits Times melesat 19,75 poin atau naik 0,58 persen ke 3.435. (hs)

HARIAN SUMUT- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak sejarah baru jelang libur hari raya Imlek. Melihat kinerja bagus IHSG sejak awal ...

Harga Menurun, Petani Tomat di Panyabungan Mengeluh

(Harga Menurun, Petani Tomat di Panyabungan Mengeluh/medanbisnisdaily.com)
Harian Sumut | Para petani tomat di Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengeluh. Sebab, beberapa minggu terakhir harga tomat di tingkat petani terus turun dari Rp 5.000/kg menjadi Rp 3.000/kg. B Nasution (45) petani tomat di Panyabungan, Jumat (13/2), mengatakan, turunnya harga tomat ketika mereka mulai panen. Sehingga, keuntungan yang diraih tidak lagi seperti yang diharapkan petani.

"Sudah menjadi kebiasaannya, ketika terjadi panen besar harga penjualan kita akan turun dari sebelumnya. Seperti yang saya rasakan sebelumnya harga mencapai Rp 5.000/kg, tiba - tiba turun menjadi Rp 3.000/kg, tentunya apa yang telah kita perkirakan tidak sesuai lagi," ujarnya.

Padahal katanya, biaya untuk pembelian bibit, pupuk hingga perawatan masih tetap mahal tidak terjadi penurunan. Dengan begitu biaya yang dikeluarkan petani sejak musim tanam hingga panen tidak lagi sebanding dengan harga jual.

Hal senada juga dikeluhkan Paruddin (50) petani tomat lainnya. disebutkan, selain harga penjualan mereka turun, juga diperparah lagi kondisi tanaman kurang bagus akibat diserang hama dan kemarau.

"Akibat serangan hama dan cuaca kadang hujan kadang panas berpengaruh terhadap hasil panen juga berkurang. Memang ketika terjadi panen serentak harga akan turun, namun kali ini ditambah lagi dari hasil panen juga berkurang," ujar Paruddin seperti dilansir oleh medanbisnisdaily.com.

Para petani tomat ini berharap ke depannya ada kontrol dari pemerintah tentang harga jual petani ketika musim panen sehingga tidak terlalu jauh turunnya. "Kami yakin jika ada penampung atau keterlibatan pemerintah atau dinas terkait mengontrol harga tentu perbedaan harga itu tidak terlalu jauh dari sebelumnya," harapnya.(rs/net)

(Harga Menurun, Petani Tomat di Panyabungan Mengeluh/medanbisnisdaily.com) Harian Sumut | Para petani tomat di Panyabungan Kabupaten Mandail...

BBM Turun, Penentuan Tarif Angkot di Jakarta Senin Ini

BBM Turun, Penentuan Tarif Angkot di Jakarta Senin Ini
Angkot DKI Jakarta. | dok


JAKARTA | Harian Sumut-
Organisasi Angkutan Darat DKI akan melakukan rapat untuk membahas penyesuaian tarif angkot pasca penurunan kembali harga BBM. Ketua Organda DKI Shahfruhan menyatakan, kepastian jumlah penurunan tarif angkutan akan diumumkan pada Senin (19/1) mendatang.

“Saya dan Organda akan rapat pada Senin (19/1) pagi. Nanti baru ketahuan apakah (tarifnya) akan turun atau tetap. Kalau seandainya ada penurunan, langsung hari itu juga kita buat surat edaran,” demikian kata Shahfruhan sebagaimana dikutip Harian Sumut.com dari detikcom, Sabtu (17/1/2015).

Jika sudah ada hasil dan ditetapkan jumlah penyesuaian tarif, maka akan langsung diterapkan pada keesokan harinya. “Biasanya besoknya atau lusa sudah diberlakukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Shahfruhan mengaku para pengusaha angkutan masih dilema untuk menurunkan tarif sesuai harapan Gubernur DKI Basuki Tjajaha Purnama. Harga BBM memang sudah diumumkan kembali turun menjadi Rp 6.600 untuk jenis premium, dari sebelumnya Rp 7.600. Sementara jenis solar RP 6.400.

Dia beralasan, komponen BBM hanya berdampak 20 persen dalam penyusunan harga tarif. Dampak paling besar yakni kenaikan suku cadang, biaya operasional, inflasi dan nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, Organda DKI ingin tarif angkot di ibu kota tak diatur pemerintah.

Estimasinya, yang bisa mengalami penurunan tarif hanya untuk jenis taksi, itupun berkisar Rp 500. Sedangkan angkutan kota seperti mikrolet yang juga pakai premium, menurutnya tarifnya sulit turun. Tarif angkot saat ini Rp 4.000, merupakan tarif terbaru yang naik dari sebelumnya Rp 3.000 menyusul adanya kenaikan BBM beberapa waktu lalu. (detikcom/hs)

Angkot DKI Jakarta. | dok JAKARTA | Harian Sumut- Organisasi Angkutan Darat DKI akan melakukan rapat untuk membahas penyesuaian tarif angko...

Akhir Februari 2015 Nanti BBM Kembali Turun

Akhir Februari 2015 Nanti BBM Kembali Turun


JAKARTA | hariansumut.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar kemungkinan bakal turun pada 1 Februari 2015. Penurunan ini dilakukan menyusul harga minyak dunia yang merosot ke level 50 dolar AS per barel.

“Insya Allah bulan depan turun. Sejauh ini harga minyak memang terus menurun,” Kata Sofyan di kantornya, hari ini.

Tetapi, Sofyan belum bisa menyebut berapa besar penurunan harga. Pemerintah harus menghitung harga rata-rata MOPS (Mean of Plats Singapore) yang menjadi patokan harga BBM dalam negeri, dari tanggal 24-25 bulan sebelumnya (Desember 2014) sampai tanggal 24 bulan berjalan (Januari 2015). Selain itu juga dihitung rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar.

“Setelah dihitung baru ditetapkan harga untuk bulan depan. Sekarang belum bisa disebutkan berapa besar penurunannya karena dihitung saja belum,” kata Sofyan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, pemerintah kemungkinan besar akan kembali menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium maupun Solar dalam waktu yang tidak lama lagi. Hal ini tidak terlepas dari semakin anjloknya harga minyak dunia yang saat ini di level  40 dolar AS per barel.

Sebelumnya, pemerintah sudah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium menjadi Rp 7.600 dari Rp 8.500, mulai 1 Januari 2015.  Dengan harga ini, pemerintah sudah mencabut subsidi untuk premium. Adapun BBM yang masih mendapatkan subsidi adalah jenis solar.

Premium yang sebelumnya masuk ke dalam kategori jenis BBM tertentu—bersama minyak tanah dan minyak solar per 1 Januari 2015 masuk dalam kategori jenis BBM khusus penugasan. Bensin RON 88 (premium) di luar Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) ditetapkan sebesar Rp 7.600 per liter.

Meski turun dari harga Rp 8.500 per liter, pemerintah tidak memberikan subsidi lagi untuk premium. Untuk jenis BBM khusus penugasan, pemerintah menanggung bea distribusi di luar Jamali.

Adapun harga bensin RON 88 (premium) yang masuk kategori jenis BBM umum hanya diberlakukan di Jawa, Madura, dan Bali. Pemerintah mematok harga Rp 7.600 per liter. Namun, dalam perkembangannya, harga premium non-subsidi ini bisa jadi berubah, tergantung kebijakan pemerintah daerah, yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). (hs/berbagai sumber)

JAKARTA | hariansumut.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium da...

⬆
Top