ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Longsor di Karo, Rumah Dan Mobil Terbakar

Longsor di Karo, Rumah Dan Mobil Terbakar
Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu bersama Kapolres Karo AKBP V. Togi Tambunan dilokasi peristiwa bencana.

Tanah Karo-Metropublika | Desa Lau Lisang Kecamatan Tigabinanga diterpa longsor, Minggu (18/10) sekira pukul 20.00 Wib. Akibatnya, 6 unit rumah warga, 2 unit sepeda motor serta 2 unit mobil hangus terbakar dan tertimbun tanah longsor.

Menurut sumber, peristiwa longsor terjadi ketika hujan turun deras. Area perbukitan yang selama ini masuk kategori rawan longsor kembali terkikis dengan skala lebih besar dari sebelumnya. Saat itu, kata sumber, 1 unit mobil yang melintas saat itu menuju arah Kota Cane terseret arus lumpur.

Lanjutnya, secara spontan mobil Avanza terseret kekuatan lumpur mengalami storing pada pengapian, kemudian kenderaan tersebut menepi di area pemukiman warga. Lidah api dari mobil merembet ke salah satu rumah dan mengakibatkan 1 kenderaan umum milik warga yang parkir turut hangus.

“Kejadiannya saat hujan deras bang, ketika longsor terjadi mobil avanza terdorong kekuatan lumpur dan tiba-tiba mengalami korslet. Mobil yang korslet nyangkut di di rumah warga. 

Sehingga mengakibat double peristiwa kebakaran dan longsor. Tapi, supir avanza masih sempat menyelamatkan diri keluar dari mobil dengan memecahkan kaca,” ujar warga marga Bangun.

Sementara Letkol Inf Agustatius Sitepu selaku Dandim 0205/TK, Senin (19/10) kepada Metropublika membenarkan adanya peristiwa longsor di Desa Lau Lisang Kec Tiga Binanga Kab Karo. 

Dikatakan, akibat peristiwa, 6 unit rumah warga, 2 unit mobil jenis avanza dan mobil angkutan umum pedesaan merk Pepabri yang parkir serta 2 unit sepeda motor hangus terbakar lalu tertimbun lumpur.

Sitepu juga menjelaskan, dalam peristiwa bencana tidak ada korban jiwa, namun secara kalkulasi sederhana akibat peristiwa masyarakat mengalami kerugian diperkirakan mencapai milyaran rupiah. 

“Saat ini pihak pemerintah telah menangani badan jalan tertimbun yang sempat memutuskan arus lalulintas ruas Medan-Kutacane sekaligus mengevakuasi harta warga yang tertimbun lumpur.

Amatan Metropublika.com, Senin (19/10) di lokasi peristiwa, tampak 1 unit alat berat milik Pemkab Karo dan 3 unit alat berat milik penasihat DPD IPK Kab Karo Ir Luhut Matondang mengevakuasi badan jalan dan rumah yang tertimbun tanah. 

Sementara pihak pemerintahan yang terlihat di lokasi, Dandim 0205 /TK Letkol Inf Agustatius Sitepu, Danramil Tiga Binanga, Kapolres Karo AKBP Victor Togi Tambunan Ssik, Kadis PUD Karo Ir Paten Purba dan sejumlah kader DPD IPK Kab Karo.  (Red-02/sp-01/MP)

Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu bersama Kapolres Karo AKBP V. Togi Tambunan dilokasi peristiwa bencana. Tanah Karo-Metropub...

Muspika Berastagi Teken MoU Berantas Judi dan Narkoba

Muspika Berastagi Teken MoU Berantas Judi dan Narkoba
Penanda tanganan MoU Dikantor Camat Berastagi (10/3/2015). | Wahyu Hidayat.

HARIAN SUMUT | Berastagi- Untuk meminimalisir peredaran judi togel, jackpot dan narkoba yang semakin mengkhawatirkan, membuat seluruh jajaran Muspika Berastagi menandatangi MoU tentang pemberantasan judi dan narkoba di Kantor Camat Berastagi, Selasa (10/3).

Camat Berastagi Mirton Ketaren menghimbau kepada semua tokoh agar menyatukan komitmen guna pemberantasan judi, narkoba yang semakin marak dan telah menjadi ancaman serius bagi seluruh warga Kec. Berastagi.

"Saya harap semua tokoh berkordinasi, agar terciptanya keamanan, kenyamanan dan keindahan. Hal itu dapat terealisasi melalui pentingnya peran kita untuk pemberantasan judi dan narkoba yang semakin mengkhawatirkan saat ini," kata Mirton Ketaren.

Disamping itu, lanjut Mirton, keindahan dan kebersihan Kota Berastagi juga harus menjadi prioritas utama. Sehingga, tugas mulia para pekerja pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kab. Karo harus lebih pro aktif. mengingat Kota Berastagi adalah tujuan wisata.

"Saya juga menghimbau agar petugas Dinas Kebersihan lebih giat lagi untuk pengangkutan sampah-sampah dikota Berastagi. Terlebih dalam waktu dekat akan diselenggarakan event Akbar pesta mejuah-juahm," ujarnya.

Menyikapi persoalan mengenai judi dan narkoba, Kapolsekta Berastagi Kompol Juben MS. Sagala, mengemukakan pendapatnya jika pihaknya tidak akan mampu mengatasi persoalan judi, narkoba apabila masyarakat tidak mendukung.

Moment penandatangan MoU ini harus kita dukung bersama. Dalam kesempatan ini saya berharap, seluruh jajaran Muspika juga element masyarakat tetap membantu agar MoU yang kita sepakati dapat terlaksana dengan baik. Karena pemberantasan judi, narkoba tetap menjadi prioritas kami pihak kepolisian," kata Juben Sagala.

Danramil 03/TK, Kapten Inf. B Tambunan mengatakan bahwa Nota kesepahaman (MoU) yang  telah dibuat merupakan terobosan positif. "Ini merupakan event bagus, karena Judi dan narkoba itu merusak generasi bangsa. Bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga meresahkan ditengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Adapun bunyi MoU yang disepakati dan ditanda tangani seluruh Muspika, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, Agama, HMKI dan LSM sebagai berikut. 1. Melarang perjudian dan narkoba, 2. Memberantas Judi dan narkoba, 3. Melarang keras praktek perjudian dan pengedaran narkoba, 4. Melapor pada pihak yang berwenang bila ada Judi dan narkoba, 5. Menindak secara hukum yang berlaku.

Penandatangan nota kesepaham itu turut juga dihadiri seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Berastagi, Dishub, DKP, Satpol PP dan pihak Dinas Perijinan Kab. Karo. (wahyu hidayat)

Penanda tanganan MoU Dikantor Camat Berastagi (10/3/2015). | Wahyu Hidayat. HARIAN SUMUT | Berastagi- Untuk meminimalisir peredaran judi to...

Kumpulan Foto Pantauan Gunung Sinabung Maret 2015

Abu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung masih menutupi sejumlah desa di tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sehari setelah letusan dan mengganggu aktivitas normal masyarakat.

Warga di sekitaran kaki gunung Sinabung tidak bisa ke ladang dikarenakan abu vulkanik yang tebal menutupi sebagian besar ladang yang ada di kaki gunung Sinabung tersebut, terutama di Mardinding, Temburun dan Perbaji desa di Kecamatan Tiganderket, dan beberapa desa lainnya di kecamatan Payung dan Kutabuluh, dan lebih memilih untuk tinggal di rumah sampai debu vulkanik tersebut menghilang.


Dibawah ini adalah foto dokumentasi pantauan di kaki gunung sinabung seperti di kutip dari salah satu grup Facebook, Komunitas Beidar Sinabung.








Dan tidak Ketinggalan Juga, Foto Foto Lightning Storm Sinabung yang di kutip dari Dailymail.co.uk








Penulis : Randy Sinuraya

Abu vulkanik dari letusan Gunung Sinabung masih menutupi sejumlah desa di tiga kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sehari setelah l...

Kasus Kematian Salius Barus Masih Misterius


HARIAN SUMUT |Tanah Karo - Kematian Salius Barus anak kelas I SMA Katolik Jl. Irian Kabanjahe diduga ada keterkaitannya dengan jaringan bisnis haram.

Menurut pihak orang tua korban, Puji Barus Ketika diwawancarai wartawan Harian Sumut di rumahnya Desa Suka Sipilihen Kecamatan Tigapanah Tanah Karo. Orang tua korban berkomentar tentang kronologis kejadian kematian anaknya atas tuduhan pencurian di ladang Jodea Ginting.
yang melihat pertama Endut Ginting alamat Desa Suka Sipilihen.

Lalu memberitahu kepada pemilik ladang terong jepan, Jodea Ginting alamat yang sama, kemudian mereka berdua memanggil Ketua Karang Taruna Risman Tarigan, dan hadir juga Herdi Tarigan lalu menganiaya korban di lokasi ladang Endur Ginting secara bersama sama pada hari Minggu sore tanggal 18 Januari 2015.

Singkat cerita, pelaku penganiayaan menyerahkan korban kepada pak udanya, Jointa Barus yang juga bertempat tinggal di desa itu, lalu pak uda korban membawanya dari tempat kejadian penganiayaan ke arah lokasi pas di depan rumah korban, selanjutnya korban meminta pada pak udanya, dia mau menemui ibunya di ladang pak udanya meminta pada Salius, "Kamu jangan lama nanti masalah tuduhan pencurian ini masih kita lanjuti lagi di kantor kepala desa," ungkap pak udanya menirukan perbincangan terakhir mereka. Setelah tunggu punya tunggu, Salius Barus tidak muncul dan ketika ditanya pada ibu korban juga tidak mengetahui keberadaan korban.

Kemudian esok harinya ada warga memberitahukan kepada pak udanya bahwa Salius Barus sudah tergantung di perladangan juma rabin desa Suka pada hari senin 18 Januari 2015. Informasi itu menyebar dan diketahui dari Rama Ginting langsung kepada pak udanya Salius.

Menurut orang tua korban, kronnologis kejadian ini ada dugaan kami pihak keluarga korban, Salius Barus ketika dituduh melakukan pencurian terung jepang di ladang Jodea Ginting anggota Karang Taruna juga mencurigai korban sebagai mata-mata dan penghalang bagi para pelaku untuk melakukan bisnis haram atau ilegal yang dilakukan oleh oknum anggota Karang Taruna tersebut.

Pihak keluarga korban sudah membuat laporan pengaduan ke Polsek Tigapanah dan pihak Polsek sedang melakukan proses penyidikan dan pengembangan pemeriksaan terhadap para pelaku yang telah dilaporkan orang tua korban.

Kapolsek Tigapanah AKP B. Sitanggang membenarkan bahwa laporan pengaduan sudah diterima pihaknya dan masih terus mengembangkan penyelidikan terkait dugaan-dugaan pihak keluarga korban mengenai sejumlah nama yang disinyalir sebagai pelaku. Namun sayang, pihak Polsek Tigapanah hingga berita ini dikirim ke meja redaksi sepertinya kesulitan untuk mengungkap dugaan pembunuhan itu. (Rusmadi Lubis)

HARIAN SUMUT |Tanah Karo - Kematian Salius Barus anak kelas I SMA Katolik Jl. Irian Kabanjahe diduga ada keterkaitannya dengan jaringan bis...

Aksi Maling Meningkat, Duit 82 Juta Milik Kabid Pertanian Raib Dalam Mobil

Aksi Maling Meningkat, Duit 82 Juta Milik Kabid Pertanian Raib Dalam Mobil
Kabid Produksi Distanbun, Munarta Ginting, SP (baju putih) menunjukkan kaca mobil Innova BK 1844 ZN dipecah maling dan saat memberikan keterangan diruang SPK polres Karo (inzet). |Randy.

HARIAN SUMUT | Kabanjahe- Aksi maling semakin meningkat di Kota Kabanjahe, uang kontan senilai 82 juta dalam mobil Innova warna hitam BK 1844 ZN milik Kabid Produksi Distanbun Kabupaten Karo, Munarta Ginting, SP raib dalam sekejab.

Peristiwa kehilangan itu menyeret langkah Munarta Ginting harus berada diruang SPK Polres Karo, Jumat (27/2) sekira pukul 11.30 Wib.

Terungkap dalam laporannya sesuai Nomor : STPL/166/II/2015/SU/RES T.KARO, peristiwa apes yang menimpa Kabid Produksi Distanbun itu terjadi begitu singkat.

“Hanya sebentar saja setelah saya keluar dari mobil dan masuk kedalam kantor. Begitu saya menuju mobil, saya lihat kaca pintu tengah sebelah kanan sudah pecah,” ujarnya.

Menyaksikan kondisi kaca sudah pecah, dia pun bergegas mencari keberadaan uang yang ditinggal dalam mobil. “Saya sudah tanya teman-teman sekantor yang sempat melihat keberadaan dua orang pria pergi menunggangi sepeda motor jenis Vixion warna hitam. Kedua pria itu pergi tergesa-gesa, keterangan itu disampaikan dari orang yang sempat melihatnya,” ungkapnya.

Amatan wartawan, setelah dimintai keterangan diruang SPK, Kabid Produksi Distanbun Kabupaten Karo itu kembali digiring menuju ruangan Reserse Umum (Resum) untuk pengembangan lebih lanjut. (rs/ber)

Kabid Produksi Distanbun, Munarta Ginting, SP (baju putih) menunjukkan kaca m obil Innova BK 1844 ZN dipecah maling dan saat memberikan kete...

Niat Nangkap Ikan Menggunakan Tangan Kosong, Malah Tenggelam

 
Niat Nangkap Ikan Menggunakan Tangan Kosong, Malah Tenggelam
ilustrasi

HARIAN SUMUT - Seorang pemuda tewas tenggelam saat terseret arus sungai metro, Kepanjen, Kamis (19/2/2015). Jenazah pemuda Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang baru dapat ditemukan pada pukul 10.43 WIB, Jumat (20/2/2015).

Kemarin sore, pemuda 22 tahun ini mengaku ingin mencari ikan dengan cara gogon atau dengan tangan kosong. Namun, hingga malam hari, pemuda ini tak kunjung pulang ke rumah.

Warga dan tim SAR gabungan akhirnya mencari dan menemukan jenazahnya di Kepanjen.

Seperti dilansir oleh Jatim.metrotvnews.com, Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo, mengatakan seorang anggota SAR PMI sempat menarik kaki Waris. Tapi gagal karena arus begitu deras dari dalam sungai.

"Posisinya dua tangan jenazah masuk ke pasir," ungkap Mudji. Beberapa lama kemudian, jenazah Waris berhasil dievakuasi. (rs/net)

  ilustrasi HARIAN SUMUT - Seorang pemuda tewas tenggelam saat terseret arus sungai metro, Kepanjen, Kamis (19/2/2015). Jenazah pemuda Desa...

Anggota Srimulat Djujuk Djuariah Meninggal di RS Sardjito Yogyakarta

(Foto Almarhum Djujuk Djuarian/dok)
HARIAN SUMUT -Dunia lawak kehilangan salah satu pentolannya. Djujuk Djuariah wafat di Yogyakarta hari ini.
Beliau Lahir Surakarta, 20 Maret 1947. Djujuk Djuariah adalah pelawak dan pemeran Indonesia. Ia terkenal dan identik dengan grup Srimulat.

Djudjuk diperistri oleh Teguh Slamet Rahardjo pada 1970, beberapa tahun setelah istri pertamanya, R.A. Srimulat meninggal dunia. Sejak saat itulah Djudjuk mendampingi suaminya mengurusi grup lawak yang jumlah anggota-nya sangat banyak tersebut.

Djujuk mengembuskan nafas terakhir di Ruang Amarta RS dr Sardjito sekitar pukul 15.10 WIB, Jumat (6/2/2015). Almarhumah dirawat karena penyakit kanker sejak Senin (1/2) lalu.

"Mohon dimaafkan kesalahannya saat beliau masih hidup," tutur menantu Djujuk, Quirinto Endy, ketika dikonfirmasi wartawan detikcom.

Djujuk merupakan seniman kelahiran Solo. Pelantun lagu 'Walang Kekek' ini wafat di usia 67 tahun. Di Srimulat, ia kerap berperan sebagai ibu rumah tangga. (rs/ber/net)

(Foto Almarhum Djujuk Djuarian/dok) HARIAN SUMUT -Dunia lawak kehilangan salah satu pentolannya. Djujuk Djuariah wafat di Yogyakarta hari i...

Ketika Ditemukan, Jasad Pilot TransAsia Masih Memegang Kendali Pesawat


Bangkai Pesawat TransAsia di Taiwan
(Bangkai Pesawat TransAsia di Taiwan/dok)

HARIAN SUMUT - Pada hari rabu (4/2/2014) pesawat terbang TransAsia dikabarkan mengalami kegagalan menerbang, dan jatuh di sungai Taipei Taiwan.

Kemudian pada tanggal 5 pesawat TransAsia tersebut telah di temukan,dan yang mengejutkan, jasad pilot TransAsia tersebut masih memegang kendali pesawat.

Saat ditemukan, menurut penyelidik, kedua kaki pilot dan kopilot sudah dalam keadaan hancur. Walikota Taipei memuji pilot pesawat dengan nomor penerbangan GE235 tersebut, karena berhasil menghindarkan pesawat dari apartemen dan gedung bertingkat, sebelum akhirnya mendaratkan pesawat di sungai.

Media setempat mengutip pernyataan pejabat kota Taipei, yang menyatakan korban jiwa bisa saja lebih banyak jika pesawat jatuh menabrak gedung.

Sejauh ini, angka korban tewas masih mencapai 31 orang dengan sebanyak 12 orang lainnya masih belum ditemukan. Hanya 15 orang saja yang berhasil selamat dalam insiden maut yang terjadi pada Rabu (4/2) pagi tersebut. (rs/net)

(Bangkai Pesawat TransAsia di Taiwan/dok) HARIAN SUMUT - Pada hari rabu (4/2/2014) pesawat terbang TransAsia dikabarkan mengalami kegagalan...


Top