| Komplotan pecuri mobil saat dimintai keterangan Kapolrestabes saat gelar perkara, Sabtu (20/12)./dok |
SEMARANG, HarianSumut.com – Komplotan spesialis pencuri mobil yang diotaki oleh Mujiono telah beraksi di puluhan tkp, yang tersebar di Jawa Tengah. Pasalnya, Mujiono yang telah ditembak mati petugas Resmob Polrestabes Semarang itu, telah mencuri di 24 tkp.
“Pelaku ini sudah beraksi 24 kali, dan sasarannya memang mobil pick up dan carry, terakhir komplotan ini beraksi di kawasan Banyumanik, Semarang,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, Sabtu (20/12).
Selain Mujiono, dua pelaku lainnya, yakni Joko Sutoyo (35) dan Krisnawan (30) juga ikut mencuri masing masing 9 tkp. Dan tersangka Rodiya (25) yang sudah ditangkap terlebih dahulu, telah beraksi 6 kali. Modus yang lakukan pelaku yakni dengan merusak kabel starter mobil, kemudian dihidupkan dengan menggunakan soket yang telah pelaku bawa.
“Setelah berhasil mendapat mobil tersebut, lalu kami jual titipkan dulu di sebuah gudang di Bantul Yogyakarta, kemudian baru dijual di daerah Jl Parangtritis, Yogya,” ungkap pelaku Joko.
Dia menambahkan, setiap mobil dijual dengan harga kisaran Rp 5 juta – Rp 10 juta. Untuk setiap mobil yang berhasil dijual, dirinya mengaku mendapat imbalan Rp 1,5 juta.
Bersama pelaku diamankan lima mobil. Meliputi satu unit Avanza yang digunakan sebagai sarana, dua unit mobil carry, dan dua unit mobil pick up. Selain itu, petugas juga telah menyita kunci letter T yang digunakan untuk membuka pintu mobil.
“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” ungkap Kapolrestabes.
Komplotan pecuri mobil ketika dimintai keterangan Kapolrestabes saat gelar perkara, Sabtu (20/12). (hs/net)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar