![]() |
| [Jenis batu koral yang dipergunakan untuk proyek jalan Pemkab Karo T.A APBD 2014./Foto: Sempurna] |
Demikian disampaikan pemerhati pembangunan, D. Kembaren kepada hariansumut.com ketika ditemui di Tigapanah, Sabtu (29/11) sekira pukul 19.30 Wib.
“Meski saya tidak terlalu paham dengan hal-hal teknis pengerjaan proyek, namun saat melihat proses dilapangan jelas terlihat kualitasnya tidak terlalu bagus,” ungkapnya.
Ditambah lagi banyaknya rekanan dadakan yang tidak punya keahlian khusus mengerjakan proyek, dikuatirkan berdampak buruk terhadap kualitas pekerjaan.
“Seharusnya SKPD selaku pemberi kerja terhadap pihak ketiga harus jeli melihat karakter dan basik calon rekanan. Kami kuatir kualitas pekerjaan tidak akan sesuai dengan harapan jika yang mengerjakan proyek bukanlah ahlinya,”ujar D. Kembaren.
Kembaren menambahkan, realita tidak maksimalnya kualitas fisik yang sedang berlangsung pengerjaannya seperti, rehabilitasi bangunan sekolah, pemeliharaan jaringan irigasi dan pengerjaan aspal merupakan bukti mendasar kalau pekerjaan APBD/APBN T.A 2014 disinyalir bakal rentan penyimpangan.
“Seperti yang kita lihat pada pengerjaan proyek tahun lalu pada umumnya di CCO (volume kerja dikurangi), belum setahun sudah rusak. Saat ini, kita tidak bisa memungkiri bahwa kebutuhan hidup adalah segalanya, sehingga niat untuk bekerja secara profesional kerap disampingkan yang bermuara pada kualitas dan mutu sebuah kegiatan yang tidak bertahan lama. Nah, jika hal ini tidak diantisipasi, jangan harap sarana serta prasarana yang diperuntukkan untuk masyarakat dapat bertahan lama. Akibatnya, anggaran yang digelontorkan terkesan mubazir, terlebih waktu pengerjaan begitu singkat saat ini,” paparnya. (sp)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar