![]() |
| Dirut PDAM Tirta Malem Kabanjahe, Esra Tarigan |
KABANJAHE | HARIAN SUMUT- Bupati Karo diminta segera mencopot Esra Tarigan, ST yang gagal membenahi pendistribusian air bersih terhitung sejak, 16 Agustus 2012 sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Malem, Kabanjahe dianggap nihil prestasi.
Selain pendistribusian air bersih di Kota Kabanjahe bobrok, di beberapa Kabupaten seperti, wilayah Unit Kerja Ibu Kota Kecamatan (IKK) PDAM Tirta Malem, Payung, Tiga Binanga, Simpang Empat, Juhar, Munte dan Tigapanah juga mengalami hal yang sama.
Para pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabanjahe mengeluh, air yang dipasok ke pelanggan keruh. Operasional PDAM Tirta Malem Kabanjahe dituding tidak profesional sebagai pengelola kebutuhan air bersih. [baca: Masalah Mata Air Desa Kutambelin, Dirut PDAM Tirta Malem Buang Badan]
Bahkan, pihak PDAM, tak pernah memberitahukan kepada pelanggan tentang adanya kekeruhan itu. Air PDAM keruh sudah berlangsung sekitar satu bulan lebih. Namun tidak ada pemberitahuan resmi kepada pelanggan, penyebab air keruh dan apakah layak konsumsi atau tidak karena air yang datang selain keruh juga kehitam-hitaman. Ini yang membuat konsumen resah dan kecewa terhadap manajemen PDAM.
Seperti dikatakan, Jona Keliat warga Kabanjahe. “Sudah sebulan ini, pasokan air PDAM ke pelanggan keruh. Kita sudah capek-capek membersihkan bak penampungan air, setelah air datang, bak kelihatan keruh dan hitam. Jika sebelumnya air PDAM jarang datang, ini air yang datang keruh,” ujarnya kepada wartawan.
Hal senada diungkapkan Josen Sembiring, warga Komplek Ruko Lahiraja Munte Jalan Kapten Selamat Ketaren Kabanjahe. Dia menyesalkan pihak PDAM memasok air keruh, kadang bercampur lumpur. [baca: Warga Kutambelin Ingatkan Bupati Karo, Program Jokowi Meningkatkan Kesejahteraan Melalui Irigasi Persawahan]
Bahkan, makin lama manajemen PDAM makin tak memperhatikan masalah kualitas air.”Jika bulan sebelumnya air jarang datang, kalaupun datang satu kali seminggu itu pun malam-malam dan harus disedot dengan mesin pompa,” ujarnya.
Mirisnya, seperti yang dialami Herman warga Tigapanah saat berada di Kantor PDAM Tirta Malem, Jalan Jamin Ginting Kabanjahe, untuk menyampaikan keluhan, Senin 19 Januari 2015 sekira pukul 13.00 Wib tidak direspon dengan baik.
Sementara, Kepala Unit IKK Tigapanah, Syaloom Tarigan berada diruang kerja adiknya, Dirut PDAM Tirta Malem, Esra Tarigan.
“Dalam sebulan ini setiap hari saya datangi dia (Syaloom Tarigan-red) di kantor PDAM Tigapanah nggak pernah ketemu. Air kerumah kami ga pernah jalan, pembayaran jalan terus. Kata beberapa karyawan disana, sejak adiknya (Esra Tarigan-red) menjadi Dirut, mereka sering bersama kemana pun,” bebernya.
Praktisi pembangunan, Roy Belanta S SH baru-baru ini kepada wartawan mengatakan, sudah sekian kepala daerah silih berganti di Tanah Karo, satupun tidak mampu memperbaiki kinerja perusahaan pelat merah (PDAM Tirta Malem) menjadi lebih baik dan berkualitas. Malah kebalikannya, masalah demi masalah selalu diwariskan.
Buktinya, pendistribusian air minum di kota Kabanjahe saja tidak pernah beres dari tahun ke tahun. Jangankan dulu di Kabanjahe, kecamatan-kecamatan lainnya juga menerima hal yang sama, dimana-mana masyarakat pelanggan PDAM selalu saja kecewa. [baca: Warga Kutambelin Desak DPRD Karo Hentikan PDAM Tirta Malem Serobot Mata Air Mereka]
“Lihat di Kabanjahe, Tiga Panah, Tiga Binanga, Merek dan Laubaleng pengusaha sumur bor yang menjual air minum sekaligus tempat pencucian mobil menjamur bak cendawan di musim penghujan. Tidak heran bila bisnis sumur bor sangat menjanjikan di kota ini,” beber Roy Belanta.
Dirut PDAM Tirta Malem Kabanjahe, Esra Tarigan ketika berkali-kali dihubungi melalui telepon seluler tidak merespon. Bahkan telah dikirim pesan singkat tidak digubris.
Sementara, keterangan dari beberapa karyawan bahkan petugas piket PDAM mengatakan, Esra Tarigan dan Syaloom Tarigan, dua bersaudara itu diketahui sedang berada dalam ruang kerjanya. (ber)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar